Jangan pernah terperangkap kesunyian
Jangan biarkan diri sendiri jadi korban
Semua pasti ada jalan
Menuju perubahan … Menuju kebahagiaan
Hidupkan hari dengan senyuman
Sebuah senyum pertama pada diri sendiri
Yang bertanda sebuah ketegaran hati
Lalu melangkahlah ke depan
Seiring dengan irama yang mengalun di hati
Menolehlah ke belakang
Seiring dengan gejolak yang mengoyak bersama kerisauan hati
Luluhkan diri dan biarkan ia mengalir bagai derasnya aliran sungai
Yanyikanlah melodi jiwa bagai heningnya suara sang malam yang sunyi
Kenalilah penderitaan dari kelembutan cinta…cinta yang suci
Sebuah rasa yang begitu indah itu
Sungguh diri kita bukanlah apa apa….
Kecuali hanyalah selaput berkilauan
Yang tak selalu mampu membalut segores luka
ukan pula secercah cahaya
Yang tak selalu bisa terangi kekecewaan yang meyakitkan
Melainkan setangkai bunga putih
Yang terkadang mekar juga layu seiring musim yang berganti
Tersenyumlah kembali … jangan sedih lagi
Rajut mimpi – mimpimu…wujudkan semua dengan percaya diri
Hidup butuh perjuangan … semua butuh pengorbanan
Dan yakinlah badai pasti akan berlalu……
Cinta…
Cinta adalah kekuatan yang mampu mengubah duri jadi mawar, mengubah cuka jadi anggur, mengubah sedih jadi riang, mengubah amarah menjadi ramah, mengubah musibah menjadi muhibbah…”
Cinta…
” Sekalipun cinta telah ku huraikan dan ku jelaskan dengan panjang lebar, namun jika cinta ku datangi… aku jadi malu pada keteranganku sendiri. Meskipun lidahku telah mampu menghuraikan.. namun tanpa lidah,.. cinta ternyata lebih terang. Sementara pena begitu tergesa-gesa menuliskannya.. kata-kata pecah berkeping-keping begitu sampai kepada cinta… “
” Dalam menghuraikan cinta, akal terbaring tak berdaya, bagaikan keldai terbaring dalam lumpur.. Cinta sendiri lah yang menerangkan cinta dan percintaan…”